Heyis Blogs

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.

Kamu Punya Dua Pilihan

Posted by luka1924 on October 13, 2008

Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam
> semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan.
> Jika seseorang  bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia
kerjakan,
> dia akan selalu  menjawab, ” Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih
> suka menjadi orang kembar!”
>
> Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja,
> sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke
restoran
> yang lain.
> Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry
> adalah  karena sikapnya.
>
> Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang
> mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana , memberitahu
karyawan
> tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah
dialamai.
>
> Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu
> hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, “Aku tidak mengerti! Tidak
> mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang
waktu.
>
> Bagaimana kamu dapat melakukannya? ” Jerry menjawab, “Tiap pagi aku
bangun
> dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat
memilih
> untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang
> jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu
> terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari
> kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada
sesorang
> menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka
atau
> aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku selalu memilih sisi
positifnya.”
>
> “Tetapi tidak selalu semudah itu,” protesku. “Ya, memang begitu,”
> kata Jerry, “Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh
> masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana
> bereaksi terhadap semua keadaan.
> Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh
> keadaanmu.
> Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu
> adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup.”
>
> Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak
> pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu
> belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang
> bersenjata.
> Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan
salah
> memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya.
Untungnya,
> Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.
>
> Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan
> intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian
> peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan
> setelah musibah tersebut.
>
> Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, “Jika aku
> dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau
melihat
> bekas luka-lukaku? ” Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi
aku
> masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.
>
> “Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus
> mengunci pintu belakang,” jawab Jerry. “Kemudian setelah mereka
> menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua
> pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk
> hidup.”
>
> “Apakah kamu tidak takut?” tanyaku. Jerry melanjutkan, ” Para ahli
> medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi
> saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi
wajah
> para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata ‘Orang ini
akan
> mati’. Aku tahu aku harus mengambil tindakan.”
>
> “Apa yang kamu lakukan?” tanya saya. “Disana ada suster gemuk yang
> bertanya padaku,” kata Jerry. “Dia bertanya apakah aku punya alergi.
> ‘Ya’ jawabku..
>
> Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku.
> Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, ‘Peluru!’ Ditengah
tertawa
> mereka aku katakan, ‘ Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi
> sebagai orang hidup, bukan orang mati’.”
>
> Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena
> sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap
> hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau
> membencinya.
>
> Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang
> lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya
dan
> segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.
>
> Sekarang kamu punya dua pilihan:
> 1. Kamu dapat menutup mail ini, atau
> 2. Kamu meneruskannya ke seseorang yang kamu kasihi.
>
> Aku berharap kamu memilih #2, karena aku telah melakukannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: