Heyis Blogs

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.

A touching Story

Posted by luka1924 on October 13, 2008

> Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, “berapa lama lagi kamu
> baca Koran itu? Tolong kamu ke sini Dan Bantu anak perempuanmu tersayang
> untuk makan.”
>
> Aku taruh Koran Dan melihat anak perempuanku satu2nya,namanya Sindu tampak
> ketakutan air matanya mengalir. Di depannya Ada semangkuk nasi berisi nasi
> susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis Dan
> termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun dia sangat tidak suka makan
> curd rice ini. Ibu Dan istriku masih kuno  mereka percaya sekali kalau
> makan curd rice Ada “cooling effect”.
>
> Aku mengambil mangkok Dan berkata, “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu
> makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2
> sama ayah.”
>
> Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu
> mereda Dan IA menghapus air Mata dengan tangannya Dan berkata, “boleh ayah
> akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya
> akan aku habiskan, tapi aku akan minta…” agak ragu2 sejenak… “…akan
> minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji
> memenuhi permintaan Ku?”
>
> Aku menjawab, “Oh pasti sayang”.
>
> Sindu tanya sekali lagi, “betul ayah?”
>
> “Yah pasti..” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan Dan
> lembut sebagai tanda setuju.
>
> Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama,istriku menepuk tangan
> Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, “janji” kata istriku. Aku
> sedikit khawatir Dan berkata: “Sindu jangan minta komputer atau barang2
> lain yang Mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.” Sindu
> menjawab, “jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 Mahal kok.”
>
> Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan Dan kelihatannya sangat menderita dia
> bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama
> istri Dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak
> disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya dia mendekatiku dengan
> Mata penuh harap Dan semua perhatian (aku ,istriku Dan juga ibuku) tertuju
> kepadanya.
>
> Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada Hari Minggu.
>
> Istriku spontan berkata, “permintaan Gila, anak perempuan dibotakin,tidak
> mungkin!” Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga Kita, dia
> terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan
> Kita. Aku coba membujuk: “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami
> semua akan sedih melihatmu botak.” Tapi Sindu tetap dengan pilihannya,
> “tidak Ada ‘yah, tak Ada keinginan lain,” kata Sindu.
>
> Aku coba memohon kepada Sindu, “tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk
> mengerti perasaan kami.”
>
> Sindu dengan menangis berkata, “ayah sudah melihat bagaimana menderitanya
> aku menghabiskan nasi susu asam itu Dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi
> permintaan aku kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri?
> Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa Kita harus memenuhi
> janji Kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja
> Harishchandra (raja India jaman dahulu kala ) untuk memenuhi janjinya raja
> real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.”
>
> Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, “janji Kita harus
> ditepati.” Secara serentak istri Dan ibuku berkata, “apakah aku sudah
> Gila?”
>
> “Tidak,” jawabku, “kalau Kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah
> belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri.”
>
> “Sindu permintaanmu akan kami penuhi.”
>
>
> Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar Dan matanya besar Dan bagus.
> Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak
> berjalan ke kelasnya Dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku
> membalas lambaian tangannya.  Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari Mobil
> sambil berteriak, “Sindu tolong tunggu saya.” yang mengejutkanku ternyata
> kepala anak laki2 itu botak aku berpikir mungkin “botak” model jaman
> sekarang.
>
> Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari Mobil Dan berkata,
> “anak anda,Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia
> sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia.” Wanita
> itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai melelh
> dipipinya ” bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,karena chemo therapy
> kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek
> oleh teman2 sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah Dan berjanji
> kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi.
>
> Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya
> yang indah untuk anakku Harish. Tuan Dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan
> mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”
>
> Aku berdiri terpaku Dan tidak terasa air mataku meleleh.
>
> Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih sayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: